Kamis, 11 April 2013
Mekanika Teknik
Dalam Statika gaya dapat diartikan sebagai muatan atau beban yang bekerja
pada suatu struktur.
Seringkali, sebuah gaya berarah miring terhadap arah horisontal dan vertikal, seperti
terlihat pada Gambar 1.4. Untuk dapat menggunakan persamaan-persamaan
kesetimbangan, gaya miring tunggal tersebut digantikan dengan proyeksi horisontal
dan proyeksi vertikalnya. Kedua proyeksi ini disebut komponen-homponen gaya.
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
Kedua komponen gaya itu adalah pengganti yang setara untuk gaya miring tunggal
tersebut, dan begitu pula sebaliknya.
Apabila kita mengukur sudut tajam yang terbentuk oleh gaya miring F dengan
garis vertikal dan menyebut sudut tersebut z, maka kita dapat menyatakan bahwa,
Dari ilmu trigonometri, kita ingat bahwa kosinus sebuah sudut tajam dari
suatu segitiga siku-siku adalah perbandingan anrara sisi yang terdekat dengan sisi
miringnya, sedangkan sinus sudut tersebut adalah perbandingan antara sisi di
hadapan sudut tersebut dengan sisi miringnya. Perbandingan antara sisi di hadapan
dengan sisi yang dekat adalah tangen dari sudut tersebut.
Hubungan-hubungan tersebut diperlihatkan pada Gambar 1.4.
Apabila kita mengganti semua gaya miring dengan dua komponennya
sebelum melakukan hal-hal lain , langkah-langkah pengecekan kesetimbangan
momen dan gaya dapat secara sistematis diterapkan, seperti pada kasus balok dan
tangga yang telah kita bahas sebelumnya. Sebagai contoh, Gambar 1.5
memperlihatkan sebuah beban seberat 200 lb yang ditumpu oleh dua utas tali.
Ketiga gaya yang bekerja pada beban, pada dasarnya bertemu pada titik yang sama.
Ketika hal ini terjadi, gaya-gaya dikatakan menjadi konkuren, dan gaya-gaya tersebut
tidak memiliki daya ungkit pada benda tersebut. Dengan gaya-gaya yang konkuren
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
tersebut, kita hanya perlu meninjau dua kondisi kesetimbangan gaya karena jumlah
dari momen-momen adalah nol.
Dari sebuah garis vertikal, tali yang kiri miring dengan sudut sebesar 45o, dan tali
yang kanan miring dengan sudut 60o. Beban aktif seberat 200 lb menimbulkan gayagaya
reaktif pada kedua utas tali seperti yang terlihat pada gambar. Komponenkomponen
vertikal dari gaya-gaya tali reaktif terlihat melawan beban vertikal sebesar
200 lb. Komponen-komponen gaya tali horisontal harus saling melawan satu dengan
lainnya
Gaya atau beban menurut macamnya terbagi :
1. Gaya atau beban terpusat (point load)
Contoh : gaya tekan pada lantai akibat berat orang yang berdiri di atas lantai.
P
Gaya atau beban terbagi (distributed load)
a. Terbagi rata, contoh : gaya tekan angin, berat balok
b. Teratur, contoh : gaya tekan air pada bendungan.
c. Tidak teratur, contoh : gaya gempa dinamik
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
STATIKA 1
2.Gaya atau beban momen (momen load)
a. Momen lentur
b. Momen puntir
1.3 JENIS PERLETAKAN PADA STRUKTUR
Didalam statika ada empat macam sistim perletakan pada struktur :
1. Engsel (Sendi / hinge) , diberi notasi
Sifat engsel :
a. Dapat menahan gaya-gaya vertical dan horizontal
b. Tidak dapat menahan momen (rotasi) Momen = 0
Kita tinjau engsel pada sutau pintu dibawh ini : apabila titik A
dieri gaya P, maka gaya P dapat diuarai menjadi P1 (searah daun pintu) dan P2
(tegak luus daun pintu). Gaya P1 dapat di imbangi oleh gaya K yang melalui
engsel, sedangkan gaya P2 akan mengakibatkan bergeraknya daun pintu. Jadi
engsel/sendi tidak dapat menahan rotasi (momen).
P 2 P P1
K
2. Rol, diberi notasi
Sifat Rol:
a. Dapat menahan gaya vertical (tegak lurus rol)
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
b. Tidak dapat menahan horizontal (sejajarbidang rol) dan rotasi (momen).
Kita tinjau sepatu roda berikut : apabila dikerjakan gaya P, maka P diurai atas
P1tegak lurus lantai dan P2 yang arahnya sejajar dengan lantai. P1 dapat
dditahan oleh rol sedangkan P2 tidak dapat ditahan oleh rol sehingga sepatu
akan bergerak arah horizontal.
P1
P
P2
3.Jepit , diberi notasi
Sifat Jepit :
a. Dapat menahan gaya vertical.
b. Dapat menahan gaya horizontal
c. Dapat menahan rotasi atau momen
4. Pendel, diberi notasi
Sifat pendel : hanya dapat menahan gaya yang searah dengan denganya
1.4 KESETIMBANGAN GAYA
Syarat dari suatu benda diam adalah :
1. Diam
2. Terletak di atas tanah
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
Syarat kesetimbangan suatu struktur berdasarkan dari Hukum NEWTON
adalah :
1. Jumlah gaya-gaya horizontal yang bekerja pada suatu struktur harus
= 0
Fx 0 H 0 0
2. Jumlah gaya-gaya vrtical yang bekerja pada suatu struktur harus = 0
Fy V 0 0
3. Jumlah gaya-gaya momen atau rotasi yang bekrja pada suatu struktur
harus = 0
M 0 - +
Berdasarkan syarat-syarat kesetimbangan tersebut, maka reaksi perletakandari
suatu struktur dapat di tentukan dengan memprhatikan sifat-sifat dari perletakan
yang digunakan.
1.5 CONTOH SOAL
CONTOH 1
A B V 0 empiris
VA= 2 T Va = 2 T
2 m
P = 4 T
Z A B
VA = 2T VB = 2T
3 m 2 m 2 m
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
Ditanyakan : Reaksi perletakan
Penyelesaian :
Matematis 2 Variabel
Diperlukan 2 Persamaan M 0;V 0
V 0 VA + VB - P = 0
VA + VB = 4 ………….(1)
Persamaan (1) dikalikan 3 dan persamaan (2 ) dikalikan 1
VA + VB = 4 ………………. (1) x 3
-3 VA- VB = - 20 …………… (2) x 1
Kemudian persamaan tersebut dijumlahkan :
3VA + 3VB = 12
-3VA- 7VB = - 20 ( )
Dari persamaan (1)
VA + 2 = 4 VA = 4 – 2 = 2T ( )
CONTOH 2
q = 2 t/m P = 21
R = 42 A
3 1
3 2 VA
VB
Ditanya :
Reaksi Perletakan
Penyelesaian
0 B M P.2 + VA. 4 – R. 5 = 0
2.2 + 4 VA – 8.5 = 0
4 + 4 VA – 40 = 0
4 VA = - 4 + 40
VA = 36/34 = 9t
V 0 VA + VB – P – R = 0
9 +VB – 2 – 8 = 0 VB = - 9 + 2 + 8
VB = 1t
CONTOH 3
q = 3 t/m
M
A
R = 9 B
4 3
VB
V = 0 MA = 0
Modul 1 - Statika I
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB EDIFRIZAL DARMA
STATIKA 1
VB – P – R = 0 - VB. 7 + MB + R.5,5 = 0
VB = 9 + 4 - 13.7 + MB + 9.5,5 = 0
VB = 13 t - 91 + MB+ 49,5 = 0
MB = 41,5 tm
Periksa !
MB = 0
P. 7 + R 1,5 - MB = 0
4.7 + 9. 1,5 – 41,5 = 0
41,5 – 41,5 = 0
0 = 0
Kamis, 04 April 2013
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SMK (BANGUNAN)
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
MELALUI PENDIDIKAN KEJURUAN
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan untuk bekerja pada berbagai bidang pekerjaan dimana seseorang bisa mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan dan memberi kontribusi produktif kepada masyarakat dan dunia usaha dan industri yang membutuhkan. Pendidikan
kejuruan adalah pendidikan yang dirancang untuk
mengembangkan skil, kecakapan, pemahaman, sikap (attitude),
kebiasaan kerja, dan apresiasi yang dibutuhkan oleh pekerja untuk memasuki dunia kerja dan membuat progress atau kemajuan
dalam pekerjaan yang penuh makna
dan produktif. Dengan demikian pendidikan kejuruan
memiliki ciri-ciri antara lain:
(1) mengembangkan skil, kecakapan, sikap (attitude),
apresiasi kerja, kebiasaan kerja, bermakna, dan produktif;
(2) mempersiapkan seseorang
untuk bekerja;
(3) memberdayakan individu
untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak;
(4) berkaitan dengan kebutuhan
pekerjaan atau jabatan;
(5) ada pengawasan dari
masyarakat luas; dan
(6) menguntungkan bagi diri
siswa sebagai pekerja.
Dengan demikian apresiasi terhadap jenis-jenis pekerjaan
dan jabatan sangat penting bagi masyarakat
pendidikan kejuruan. Kesadaran
bahwa orang hidup butuh bekerja merupakan bagian pokok dari pendidikan kejuruan.
Smk memiliki peranan
yang sangat strategis dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia. Menurut UU RI
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan, pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik
terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Berbagai usaha telah dilakukan
untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan antara lain melalui berbagai
pelatihan dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun berbagai indikator mutu
pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti, bahkan sebagian besar
sekolah masih dalam kondisi memprihatinkan. Sebagaimana disampaikan oleh
Mukhadis (2003:1) bahwa tingkat pencapaian tujuan pembelajaran di SMK
disinyalir masih relatif rendah. Menurut Sugiyono (2003:15), kegagalan pendidikan
membangun sumberdaya manusia Indonesia tersebut disebabkan oleh karena
pengelolaan pendidikan di Indonesia belum dilakukan secara profesional. Lebih
lanjut Sugiyono (2003:21), menyatakan manajemen pendidikan kejuruan yang profesional
adalah manajemen yang cerdas, yaitu
manajemen yang mampu melaksanakan fungsi manajemen (planing, doing,
checking, and reviewing) secara sungguh-sungguh, konsisten, dan berkelanjutan
dalam mengelola sumberdaya yang meliputi 7M (man, money, material, methods,
machine, market, dan minute) sehingga tujuan pendidikan kejuruan dapat
dicapai secara efektif dan efisien
Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi perkembangan dunia usaha. Hal ini
membawa implikasi pada tingkat pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki
oleh siswa SMK khususnya bidang keahlian teknik bangunan (Kuncoro, 1997:56).
Temuan penelitian yang perlu mendapat perhatian seperti disampaikan Yunus, dkk.
dalam Kuncoro (1996), bahwa pada umumnya pimpinan dunia usaha/industri lebih
mementingkan aspek afektif (sikap/ nilai) dan psikomotorik (keterampilan) daripada
sikap kognitif (kecerdasan) sebagai kriteria karyawan yang baik. Bidang keahlian
bangunan merupakan salah satu bidang keahlian untuk SMK Kelompok Teknologi dan
Industri yang mempersiapkan lulusannya untuk dapat bekerja dan mengembangkan
profesinya pada berbagai jenis pekerjaan di bidang teknologi dan industri
(Kurikulum, 1994:5).
Berdasarkan SK Dirjendidasmen Depdiknas No.
251/C/KEP/MN/2008 bidang keahlian bangunan terdiri atas kompetensi keahlian
teknik konstruksi baja, teknik konstruksi kayu, teknik konstruksi batu dan
beton, teknik gambar bangunan, dan teknik perabot kayu.
Program
pendidikan dan pelatihan berdasarkan kurikulum 2004 terdiri atas program
adaptif, normatif, dan produktif. Pada kurikulum 2004 disebutkan bahwa program produktif
adalah kelompok mata yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki
kompetensi kerja sesuai standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja,karena itu lebih banyak
ditentukan oleh dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Program produktif diajarkan
secara spesifik sesuai dengan kebutuhan tiap program keahlian. Dalam proses
pembelajaran produktif terjadi dua hal yang saling berkaitan yaitu belajar dan mengajar.
Menurut Winkel dalam Darsono (2000:4), mendefinisikan belajar sebagai suatu
aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya
yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan
nilai sikap. Mengajar menurut Howard
dalam Slameto (1995:32), menyatakan bahwa mengajar adalah
suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan,
mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideas (cita-cita), appreciations
(penghargaan), dan knowledge (pengetahuan). Yang dimaksud dengan
pembelajaran
Rabu, 13 Maret 2013
Furniture
KONSTRUKSI KAYU
Kayu adalah suatu bahan yang dihasilkan dari sumber kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan keinginan dan kemajuan teknologi.
Kayu berasal dari tumbuh-tumbuhan hidup di alam yang jenis pohonnya mempunyai batang berupa kayu.
Ada beragai jenis kayu yang dihasilkan dari pohon yang secara umum dapat dibedakan atas dua golongan besar, yaitu :
Jenis pohon dari golongan pohon daun lebar, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- umumnya bentuk daun lebar.
- Tajuk besar dan membundar
- Terjadi guguran daun
- Pertumbuhan lambat/lama
- Umumnya batang tidak lurus dan berbonggol
- Umumnya memiliki kayu yang lebih keras.
Jenis pohon dari golongan pohon daun jarum, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- bentuk daun seperti jarum
- tajuk berbentuk kerucut.
- Umumnya tidak menggugurkan daun,kecuali beberapa pohon saja.
- Pertumbuhan cepat dan lurus keatas.
- Umumnya memiliki kayu lunak dan ringan.
Selain perbedaan diatas, perbedaan lainnya adalah : Kayu daun lebar
- struktur kayu lebih lengkap
- memiliki pori-pori (sel-selpembuluh) dengan kombinasibentuk jaringannya lebih kompleks.
- Contoh jenis pohon daun lebar, diantaranya : Jati, Meranti dsbnya.
Kayu Daun Jarum
- struktur kayu lebihsederhana
- tidak memiliki pori-porimelainkan sel trakeida, yaitu sel yangberbentuk panjang dengan ujungujung yang kecil sampai meruncing.
- Jumlah jenis sel lebih sedikit dankombinasi bentuk-bentuk jaringannyalebih sederhana.
- Jumlah jenis pohon daun jarum diIndonesia lebih sedikit, seperti : Pinusatau Tusam, Agathis (Damar), Jamuju
Keuntungan dan kerugian kayu sebagai bahan bangunan
Keutungan
- Banyak didapat di Indonesia dan bisa didaur ulang lagi ketersediaannyadengan menanam kembali (Reboisasi).
- Mudah dikerjakan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan kegunaannyaserta harga yang relatif murah.
- Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan.
- Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia (kecuali bahan imia yang keras)cukup tinggi/baik.
- Pada jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah, sehingga mempnyainilai dekoratif yang indah/baik.
- Kedap suara.
Kerugian/kekurangan
- Sifatnya kurang homogen.
- Mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.
- Lendutan dapat terjadi pada keadaan kelembaban tinggi.
- Mudah terserang serangga, jamur dan cacing laut.
- Adanya cacat-cacat bawaan dan cacat alam, seperti :
matakayu dan pecah-pecah
- Agak mudah terbakar.
A. JENIS-JENIS KAYU
Memilih Jenis Kayu
Agar cocok untuk penggunaan dan pemakaian kayu sebagai bahan bangunan, makapedoman dibawah ini dapat dijadikan pegangan, diantaranya :
Berdasarkan sifat-sifat jenis kayu :
- Sifat keawetan kayu
- Sifat kekuatan kayu.
- Sifat-sifat lainnya.
Berdasarkan keadaan permukaan kayu :
- Warna dan pola kayu
- Ukuran serat dan pori-pori.Berdasarkan kelas pemakaian kayu
- Banyak sedikitnya penggunaan suatu jenis kayu oleh konsumen kayu.
- Dilihat dari kelas keawetan dan kelas kekuatanjenis kayu yangbersangkutan.
B. KERUSAKAN DAN CACAT PADA KAYU
Yang dimaksud kerusakan kayu adalah menurunnya kekuatan kayu akibat adanya/terjadinya reta-retak, pecah-pecah, belah, pelapukan karena cuaca, serangan serangga atau jamur; juga menurunnya mutu kayu akibat terjadinya perubahan warna,
berubahnya nilai dekoratif.
Hal ini dapat diakibatkan oleh ulah manusia yang kurang cermat dalam mengelola kayu, misalnya :
- pemeliharaan hutan yang kurang baik
- cara penebangan pohon yang salah,
- pembagian kayu yang keliru,
- cara menggergaji yang keliru, dan
- pengeringan kayu yang tidak sesuai.
Cacat mata kayu
Mata kayu merupakan lembaga atau bagian cabang yang berada di dalam kayu.
Mata kayu dapat dibedakan :
a. Mata kayu sehat : mata kayu yang tidak busuk, berpenampang keras, tumbuhkukuh dan rapat pada kayu, berwarna sama atau lebih gelap dibandingkan dengankayu sekitarnya.
b. Mata keyu lepas : mata kayu yang tidak tumbuh rapat pada kayu, biasanya padaproses pengerjaan, mata kayu ini akan lepas dan tidak ada gejala busuk.
c. Mata kayu busuk : mata kayu yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan danbagian-bagian kayunya lunak atau lapuk, berlainan dengan bagian-bagian kayu sekitarnya
Pengaruh mata kayu :
a. Mengurangi sifat keteguhan kayu
b. Menyulitkan pengerjaan karena kerasnya penampang mata kayu (mata kayusehat).
c. Mengurangi keindahan permukaan kayu
d. Menyebabkan lubangnya lembara-lembaran finir.
Pecah dan belah
Pada kayu bulat sering terlihat adanya serat-serta yang terpisah memanjang; Berdasarkan ketentuan pengujian kayu, maka :
- lebar terpisahnya serat ≤ 2 mm, dinamakan retak.
- Lebar terpisahnya serat ≤ 6 mm, dinamakan pecah
- Lebar terpisahnya serat ≥ 6 mm, dinamakan belah
Penyebab terjadinya cacat pecah dan belah, diantaranya :
- Ketidakseimbangan arah penyusutan pada waktu kayu menjadi kering.
- Tekanan di dalam tubuh kayu yang kemudian terlepas pada waktu kayu ditebang.
- Kesalahan dalam teknik penebangan atau menimpa benda-benda keras.
Pengaruh cacat pecah atau belah :
- Mengurangi keteguhan tarik
- Mengurang keteguhan kompresi, distrubsi beba jadi tidak merata.
- Keteguhan geser berkurang, akibat luasan daerah yang menahan bebanberkurang.
Pecah busur dan pecah gelang
Pecah busur adalah pecah yang mengikuti arah lingkaran tumbuh, bentuknya kurang dari setengah lingkaran. Sedangkan pecah gelang adalah klanjutan dari pecah busur yang kedua ujungnya bertemu membentuk lingkaran penuh atau lebih dari setengah lingkaran.
Penyebab terjadinya cacat pecah busur atau peah gelang, diantaranya :
- Ketidakseimbangan dalam penyusutan pada waktu kayu mengering.
- Tegangan di dalam kayu yang terlepas secara tiba-tiba pada saat penebangan.
Pengaruh cacat jenis ini sama dengan halnya pengaruh cacat belah dan pecah.
Hati rapuh
Hati adalah pusat lingkaran tumbuh kayu bulat.
Cacat hati rapuh merupakan tanda khas yang umum dimiliki kayu daun lebar yang umum tumbuh didaerah tropis, seperti :
Meranti.
Bagian kayu yang rapuh ummnya menunjukkan tanda-tanda berkurangnya kekerasan dan kepadatan namun hati rapuh yang dimaksud tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang nyata.
Cacat hati rapuh mengurangi kekuatan terhadap kayu. Cacat ini akan menyulitkan proses pembuatan finir secara rotary (pengupasan) karena tidak adanya kekuatan dari sumbu mesin untuk mencengkram dolok tersebut.
Arah serat
Beberapa jenis kayu seperti lara, kesambi, memiliki serat yang berpadu sehingga kayu sulit dikerjakan (misalnya pada proses ketam) dan hal ini dianggap merugikan, namun mempunyai keteguhan belah yang tinggi.
Jenis kayu ini mempunyai serat yang melintang artinya tidak sejajar dengan sumbu batang dan jenis serat semacam ini akan mengurangi keteguhan kayu.
Cacat akibat jamur penyerang kayu
Jamur penyerang kayu dapat dibedakan menjadi :
a. jamur pembusuk kayu
b. jamur pelapuk kayu
c. jamur penyebab noda kayu
Pada tahap permuaan serangan jamur akan mengakibatkan timbulnya kerapuhan kayu yang nyata, cenderung kayu akan mengalami patah secara mendadak jika diberi beban dengan perubahan bentuk sedikit serta patahan halus tidakberserpih.
Untuk
jamur penyebab noda kayu, secara umum sedikit sekali pengaruhnya terhadap kekauatan kayu dan biasanya tidak menurunkan kekuatan yang besar, pengaruh terbesar adalah mengurangi keindahan, akibat timbulnya warna-warna yang kotor (nda-noda).
Cacat akibat Serangga perusak kayu
Jenis serangga perusak kayu, diantaranya : rayap, kumbang kayu, dan bubuk kayu.
Kayu merupakan makanan dan tempat tinggal serangga tersebut, sehingga jelas bahwa serangga-serangga tersebut akan membuat lubang-lubang terowongan didalam
kayu yang mengakibatkan kekuatan kayu akan berkurang.
Lubang gerek dan lubang cacing laut
Lubang gerek adalah lubang-lubang pada kayu yang disebabkan oleh serangga penggerek dan leubang cacing laut adalah lubang-lubang yang disebabkan oleh cacing laut. Lubang gerek yang kecil hanya akan menurangi keindahan kayu saja, tetapi jika
banyak akan mengakibatkan menurunnya kekuatan kayu, bahkan kayu tidak bias dimanfaatkan lagi. Begitu halnya dengan lubang cacing.
C. KARAKTERISTIK KAYU
Sifat fisik : berat jenis, kadarvair, penyusutan volume metris, keawetan
Sifat mekanis : kuat tekan, kuat geser
Kamis, 10 Januari 2013
Manusia dan teknologi
DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
A. LATAR BELAKANG
Sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia
sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena
manusia memiliki akal dan pikiran. Dengan akalnya ia ingin keluar dari
masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan
teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan pikirannya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Di Negara-negara yang sedang berkembang,
tentunya memerlukan begitu banyak hal untuk mendukung perkembangan
negara mereka. Negara-negara tersebut saling meningkatkan berbagai
kemampuan mereka dalam segala aspek kehidupan masyarakat seperti pada
aspek pertanian serta industri. Kemudian, selain itu mereka juga
mengadakan investasi dalam aspek kesehatan masyarakat begitu pula dalam
aspek pendidikan
Dan saat ini, segala aspek kehidupan tersebut
telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut
beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari masyarakat yang
tradisional menjadi masyarakat moderen, kemudian secara otomatis
perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi.
Penyebab utama yang paling terasa pada perubahan tersebut adalah pada
aspek Teknologi Informasi, contoh paling sederhana tentang hal ini
adalah bila pada masyarakat yang masih tradisional dahulu dalam
pencapaian informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang begitu
lamanya, karena saat itu masih menggunakan cara pengiriman pesan masih
sederhana yaitu surat-menyurat, kemudian berkembang menjadi faksimile
kemudian telepon dan sekarang pada tingkat yang lebih moderen telah
muncul telepon genggam dalam beragam jenis dan fitur-fitur canggih yang
mendominasinya.
Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan
perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala
peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang
begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.
Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh
kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut
masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi).
Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP),
bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah
dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya,
segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan
mudah di akses oleh masyarakat. Dampak positif misalnya, kemudahan
dalam berkomunikasi lewat telepon seluler atau internet, mudahnya
mendapatkan informasi dari internet, sekarang masyrakat tidak hanya bisa
berkomunikasi lewat telepon seluler sedangkan hal negatifnya ialah,
banyaknya kasus penipuan lewat sms, akun facebook yang dibobol, dan yang
lebih parah lagi sandi atau password ATM yang mudah dibobol oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan di akui atau tidak,
perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat
dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.
Dari penjelasan tentang Latar Belakang Masalah maka kelompok kami tertarik untuk memilih judul “Dampak Perkembangan Teknologi Informasi” yang diharapkan dapat menunjang pengetahuan kita dalam beretika profesi.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari judul diatas, maka timbul Perumusan Masalah sebagai berikut :
· Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi (Dampak positif)
· Dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi terhadap masyarakat dan solusinya.
· Bagaimana cara kita menyikapi kemajuan Teknologi Informasi?
C. LANDASAN TEORI
a. Pengertian Teknologi.
Kata teknologi harfiah berasal dari bahasa
”texere” yang berarti menyusun atau membangun. Sehingga istilah
teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun
dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari.
b. Pengertian Informasi
Secara Etimologi, Informasi berasal dari
bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa
Latin informationem yang berarti “garisbesar, konsep, ide”. Informasi
merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam
“pengetahuan yang dikomunikasikan”
Menurut Gordon B. Davis, informasi
adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagisi
penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam
keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan
datang.
c. Pengertian Teknologi Informasi
Dari pengertian kedua kata tersebut,
pengertian dasar Teknologi Informasi adalah menyusun data yang telah
diolah untuk mengambil suatu keputusan oleh penerima informasi tersebut.
Secara mudahnya teknologi informasi adalah
hasil rekayasa manusia terhadap proses imasi dari bagian pengirim ke
penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
• Lebih cepat
• Lebih luas sebarannya, dan
• Lebih lama penyimpanannya.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi
melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan
seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi
bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar
saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui
ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang
berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan
lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu,
meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara
akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi
berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih
jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain.
Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar
peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia
sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin
disampaikanpembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan
cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya.
Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi
alfabet atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan
1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi
itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi
lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer
mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih
luas dan lebih lama tersimpan.
Teknologi informasi adalah teknologi yang
digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah
mengalami evolusi sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah
melahirkan generasi baru yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi
Komputer dan Komunikasi sehingga sering di sebut sebagai Teknologi
Informasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah
dengan mudah dan cepat.
D. PEMBAHASAN
I. Pemanfaatan Perkembangan Teknologi Informasi
Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai
pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat
menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja
pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya
yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa
melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless)
sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.
Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi
dapat menggantikan cara konventional, orang mulai melihat kelebihan
lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat
eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting,
mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah
mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang
didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk
membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam
memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa
dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan ruang.
Teknologi Informasi dapat dimanfaatkan pada
berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis,
pemerintahan, dan sosial.
1. Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :
ü Berbagi
hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan
mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.
ü Konsultasi
dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan
dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.
ü Kelas
online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga
pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.
ü Internet
banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan
internet. Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo,
transfer uang, pembayaran tagihan.
2. Manfaatan TIK dalam bidang bisnis/usaha antara lain :
ü SMS
Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan SMS
(short Message Service ). Transaksi yang dapat dilakukan adalah
pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran tagihan.
ü E-commerce adalah perdagangan elektronik (Electronic commerce ) adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan internet.
3. Manfaat TIK dalam bidang pemerintahan antara lain :
ü G2C
(government to citizen), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani
kebutuhan masyarakat luas, misalnya melayanai kependudukan dan
administrasi.
ü G2B
(government to business), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani
kebutuhan dunia usaha, misalnya pengurusan izin usaha, permintaan data
statistik yang dibutuhkan pengusaha, dan sebagainya.
ü G2G
(government to government), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani
kebutuhan lembaga pemerintah lain, departemen lain, pemerintah diatas
atau
dibawahnya, dan sebagainya.
4. Manfaat TIK dalam bidang sosial antara lain :
ü Sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.
ü Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat
ü Meningkatkan informasi kesehatan. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk setempat.
ü Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce
II. Dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap masyarakat
a. Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis
1. Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas atraktif
yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya.
Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan dunianya
sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita
bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain
gamesyang ada.
Solusi :
Ketergantungan dapat ditanggulangi atau
diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari lingkungan dan orang-orang
sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan
menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan
oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di
luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling,
bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang
dihabiskan di depan komputer.
2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak
ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak
terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar
dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal
yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan
bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan
tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer
yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah
penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer
memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan
yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun.
Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan
sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku
agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa
mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti
yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan
Solusi :
Dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi
dengan adanya peran serta dari orang tua. Pertama-tama, orangtualah yang
seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang
lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan
manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat
mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet
pada anak-anaknya. Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk
melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau
parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses
yang berbau seks dan kekerasan. Mengatur peletakkan komputer di ruang
publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam
kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal dalam penggunaan
komputer.
3. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet
identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan
penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan
banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan
mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat
gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada
seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang
memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha
untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki
keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak dari
pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk
meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal
ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan
internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet
berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya.
Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana
penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.
4. Antisocial Behavior
Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari
penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana pengguna
komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan
cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut
tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat
menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih
jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan
interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama
kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi
dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera
ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana
manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi
interaksi ataupun sosialisasi.
Solusi :
Antisocial behavior dapat ditanggulangi
dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari
antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan
keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out
bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa
sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain
kebutuhannya akan komputer.
b. Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan
1. Malas belajar dan mengerjakan tugas
Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak
negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak yang
terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka
menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan
tugas atau belajar.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif
tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta orang tua dalam
memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar
dan bermain. Sehingga bila anak-anak dirasa sudah berlebihan dalam
menggunakan komputer orang tua bisa segera membatasi dan mencegah
terjadinya ketergantungan.
2. Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktian yang
diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text,
membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus
menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami
perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih,
sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal
tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif
tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara penggunaan tulisan manual
dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya mengandalkan
komputer untuk membuat suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak
selamanya kita dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah
seperangkat alat yang bisa saja tiba-tiba terjadi kerusakan ataupun
error, yang dimana pada saat itu kita tidak dapat lagi mengandalkannya,
sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan antara penggunaan secara
manual dengan penggunaan teknologi.
E. KESIMPULAN
Semua hasil pengembangan IPTEK khususnya
dibidang teknologi informasi tersebut telah mampu mengatasi sebagian
besar masalah manusia dalam berbagai macam kegiatan pemenuhan kebutuhan
hidup. Di zaman yang modern ini semua serba instan, cepat dan tepat.
Walaupun demikian, penyalahgunaan IPTEK juga sering dilakukan oleh
manusia yang tidak bertanggung jawab dalam kegiatan kejahatan, dan
bahkan merusak diri sendiri dan sesama. Sebagai makhluk yang berakal
budi, maka kita seharusnya mensyukuri dan memanfaatkan perkembangan
teknologi informasi ini untuk menjadikan hidup kita ke arah yang lebih
baik, Tuhan memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)